TATA RUANG PEMUKIMAN DI PULAU SELU TANIMBAR BARAT [Settlement Layout in Selu Island West Tanimbar]


Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Info
Submitted: 2018-05-22
Published: 2018-05-30
Section: Articles

Selu Island is one of the small islands within the Tanimbar Archipelago. Geographically the location of Selu Island is strategic enough to connect between the great mainland of Yamdena Island and the surrounding islands. This paper provides an overview of how the characteristics of ancient settlement layout based on the folklore of the local community. The objectives o f the study may be to provide 1) information about ancient settlement forms based on the folklore community. 2) as an information material for archaeological research in Moluccas especially and Indonesia generally. Why Selu Island is so interesting to be studied, because folklore spatial local community settlement is closely related to megalithic tradition. Research method using ethnoarchaeology approach. Technique of collecting data using survey, literature study and interview. The results showed that the characteristics of ancient settlement layout forms on Selu Island, West Tanimbar based on the level of public knowledge. This can be seen in the distribution layout of settlements based on folklore and archaeological evidence oriented to religious elements and ancient burial systems.

 

 

ABSTRAK

Pulau Selu adalah salah satu pulau kecil dalam gugusan Kepulauan Tanimbar. Secara geografis letak Pulau Selu cukup strategis menghubungkan antara daratan besar Pulau Yamdena dan pulaupulau sekitarnya. Tulisan ini memberikan gambaran tentang bagaimana karakteristik tata ruang pemukiman kuno berdasarkan folklore masyarakat setempat. Tujuan penelitian kiranya dapat memberikan 1) informasi tentang bentuk-bentuk pemukiman kuno berdasarkan folklore masyarakat. 2) sebagai bahan informasi bagi penelitian arkeologi di Maluku khususnya dan Indonesia umumnya. Kenapa Pulau Selu begitu menarik untuk diteliti, karena folklore tata ruang pemukiman masyarakat setempat berkaitan erat dengan tradisi megalitik. Metode penelitian menggunakan pendekatan etnoarkeologi. Teknik pengumpulan data menggunakan survei, studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik bentuk-bentuk tataruang pemukiman kuno di Pulau Selu, Tanimbar Barat berdasarkan tingkat pengetahuan masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dalam pembagian tataruang pemukiman berdasarkan folklore dan bukti arkeologi yang berorientasi pada unsur religi dan sistem penguburan kuno.

Keywords

Layout of settlement; Selu Island West Tanimbar; Knowledge; Religion and ancient burial system; Tata ruang pemukiman; Pulau Selu Tanimbar Barat; Pengetahuan; Religi dan sistem penguburan kuno

  1. Lucas Wattimena 
    Balai Arkeologi Maluku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Indonesia

Barrett, John C. 1999. “The Archaeology and Antrhopology of Landscape Shaping Your Landscape” pp. 21-30 in Chrononologies Of Landscape. London And New York: Routledge Taylor and Francis Group.

Forth, G. 1998. “Ritual Implications of Settlement Change An Eastern Indonesian Example.” In Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 154 (4), Leiden, 593-612

Handoko, Wuri. 2015. “Budaya Megalitik Di Kepulauan Lease: Maluku Antara Tradisi Dan Budaya Integrasi” pp. 377-96 in Pernak Pernik Megalitik Nusantara. Yogjakarta: Galang Press.

Holtorf, Amy Gazin-Schwartz and Cornelius. 1999. Archaeology and Folklore. New York and London: Routledge Taylor and Francis Group.

Harkantiningsih, NaniekT.S., Bagyo Prasetyo, Yusmaini Eriawati, Aryandini Novita, Nurul Laili eds. 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Insoll, Timothy. 2004. Archaeology, Ritual, Religion. USA dan London: Routledge Taylor and Francis Group.

Kusmartono, Vida. 2011. Preliminary Study on Burial Characteristhic of Harigen. Naditira Widya 5(1). 78-91.

Maryone, Rini. 2016. Keberagaman Sistem Penguburan di Papua (Kajian Etnoarkeologi). Jurnal Papua 8(1). 17-32.

Ririmasse, Marlon N. R. 2007. “Ruang Sebagai Wahana Makna”. Kapata Arkeologi 3(5). 72-106.

Ririmasse, Marlon N.R. 2016. “Arkeologi Kepulauan Tanimbar Hasil Penelitian 2011-2014 dan Arah Pengembanganya. Naditirawidya 10 (1): 41-52.

Sahulteru, Wuri Handoko dan Marlyn. 2015. “Kearifan Budaya dan Keberlanjutan Religi Megalitik Pulau Seram Propinsi Maluku” pp. 397-412 in Pernak Pernik Megalitik Di Nusantara. Yogyakarta: Galang Press.

Tanudirjo, Daud Aris. 2009. “Memikirkan Kembali Etnoarkeologi.” Jurnal Papua 2(1 ):1— 15.

Tim Penelitian. 2016. Arkeologi Pulau Serra, Tanimbar Barat Maluku Tenggara Barat. Balai Arkeologi Ambon.

Wattimena, Lucas. 2013. Permukiman Orang Huaulu di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Balai Arkeologi Ambon.

Wattimena, Lucas. 2016. “Batu Teong di Pegunungan Kota Ambon, Kepulauan Ambon Lease.” Kapata Arkeologi 12(2): 213-20.