TRADISI PEMBUATAN GERABAH DI DESA NGRENCAK KABUPATEN TRENGGALEK [Traditional Pottery of Ngrencak, Trenggalek Regency]


Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Info
Submitted: 2018-05-22
Published: 2018-05-30
Section: Articles

The tradition of making and using pottery has existed since prehistoric times, this tradition is also found in Ngrencak Village, Trenggalek Regency. The purpose of this research is to know Ngrencak traditional pottery technology and the impact of modem culture on Ngrencak pottery tradition. Data collection techniques used in ethnoarkeologi studies are direct communication or direct contact with the data provider or often referred to as interviews, observation, and literature study. Ngrencak pottery-making technique is made by hand combined with stitching technique and rotary wheel. Ngrencak pottery faces rival plastic containers. It also depends on market demand.

 

 

ABSTRAK

Tradisi pembuatan dan penggunaan gerabah sudah ada sejakzaman prasejarah, tradisi ini juga terdapat di Desa Ngrencak, Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknologi gerabah tradisional Ngrencak dan dampak budaya modern terhadap tradisi gerabah Ngrencak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam studi etnoarkeologi yaitu komunikasi langsung atau kontak langsung dengan pemberi data atau sering disebut dengan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik pembuatan gerabah Ngrencak dibuat dengan tangan yang dipadukan dengan teknik tatap pelandas dan roda putar. Gerabah Ngrencak menghadapi saingan wadah plastik. Selain itu juga tergantung permintaan pasar.

Keywords

Tradition; Pottery; Ngrencak; Tradisi; Gerabah; Ngrencak

  1. Hari Suroto 
    Balai Arkeologi Papua Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Indonesia

Atmosudiro, Sumijati. 1998. Manfaat Kajian Gerabah Masa Lalu bagi Pengembangan Kerajinan Tembikar sebagai Penunjang Industri Pariwisata. Berkala ArkeologiXVIII (2). Balai Arkeologi Yogyakarta.

Gardner, E. J. 1978. The Pottery Technology of the Neolithic Period in Southeastern Europe. PhD Theses. University of California.

Nitihaminoto, Goenadi. 1983. Sebuah Konsep tentang Cara Penganalisaan Gerabah. Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi. Cisarua 8 - 1 3 Maret. Puslitarkenas. Him. 23-33.

Orton, Clive, Paul Tyers, dan Alan Vince. 1993. Pottery in Archaeology. New York: Cambridge University Press.

Redaksi, Dewan 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Rice, Prudence M. 1987. Pottery Analysis, A Sourcebook. Chicago: The University of Chicago Press.

Shepard, Anna O. 1965. Ceramics for the Archaeologist. Washington: Canergie Institution.

Sinopoli, Carla M. 1991. Approaches to Archaeological Ceramics. New York: Plenum Press.

Soegondho, Santoso. 1995. Tradisi Gerabah di Indonesia Dari Masa Prasejarah Hingga Masa Kini. Jakarta: Himpunan Keramik Indonesia.

Thomas, Guwilym. 1982. Step by Step Guide to Pottery. London: Hamlyn.

Wahyudi, Wanny Rahardjo. 2012. Tembikar Upacara di Candi-Candi Jawa Tengah Abad ke-8-10. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Weinhold, R. 1983. The Many Faces of Clay. Edition Leipzig.