ANJING DALAM BUDAYA PAPUA (Dog in the Papua Culture)

Main Article Content

Rini Maryone

Abstract

Tribes in Papua consider dogs to be animals that have important values for their lives. This paper aims to determine the function of dogs for the lives of tribes in Papua and to determine the value of these dogs for the lives of tribes in Papua. The method used in this study is an ethno-archaeological approach. The function of dogs in the lives of several tribes in Papua is as friends for hunting and also as their dema and totem. The Momuna and Korowai tribes use dog tooth fangs as payment for dowry, custom fines, and also used as body jewelry in the form of necklaces and bracelets. The sacred value of a dog for the lives of these tribes is the belief that a dog can expel subtle creatures (demons, dead spirits, evil magic, suanggi) by barking and also as dema / totems that can provide abundant hunting blessings.


ABSTRAK


Suku-suku di Papua menganggap anjing merupakan binatang yang mempunyai nilai penting bagi kehidupan mereka. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi anjing bagi kehidupan suku-suku yang berada di Papua serta untuk mengetahui nilai anjing tersebut bagi kehidupan suku-suku di Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan etnoarkeologi. Fungsi anjing dalam kehidupan beberapa suku-suku yang berada di Papua adalah sebagai sahabat untuk berburu dan juga sebagai dema dan totem mereka. Suku Momuna dan Suku Korowai menggunakan taring gigi anjing sebagai pembayaran mas kawin, denda adat, dan juga dijadikan perhiasan tubuh berupa kalung dan gelang. Nilai sakral seekor anjing bagi kehidupan suku-suku ini adalah kepercayaan bahwa seekor anjing dapat mengusir makluk halus (setan, roh-roh orang mati, sihir jahat, suanggi) dengan cara menggonggong dan juga sebagai dema/totem yang dapat memberikan berkat berburuan yang melimpah.

Article Details

How to Cite
Maryone, R. (2018). ANJING DALAM BUDAYA PAPUA (Dog in the Papua Culture). Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Dan Papua Barat, 10(1), 53-62. https://doi.org/10.24832/papua.v10i1.243
Section
Articles

References

Darojah, Igliyah Citra. 2013. Corak Budaya Austronesia pada Rumah Tradisional dalam Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat. Balai Arkeologi Jayapura.

Glover, Ian. 1977. “Prehistoric Plan Remains From Souttheast Asia with Special Reference to Rice” dalam Mtaddei (ed.), South Asian Archaeology.

Lekito, Handro Yonathan. 2012. Potret Manusia Pohon. Jakarta: Balai Pustaka.

Muller, Kal. 2008. Mengenal Papua. Daisy World Books.

Suroto, Hari. 2014. Babi dalam Budaya Papua. Jurnal Penelitian Akeologi. Vol. 6 Edisi No 1 Juni. Balai Arkeologi Jayapura.

Gunadi. 2000. Kerbau di Beberapa Suku Bangsa Indonesia Suatu Tinjauan Antropologi Ekonomi”. Dalam Somba Opu, vol. 6 No. 9 Juni. Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Redaksi, Dewan. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Simanjuntak, Truman. 2011. Austronesia Prasejarah di Indonesia dalam Austronesia dan Melanesia di Nusantara. Mengungkapkan Asal-usul dan Jatidiri dari Temuan Arkeologi. Penerbit Ombak. Balai Arkeologi Jayapura.

Soejono, R.P. (ed). 1984. Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta. Balai Pustaka.

Subroto, Ph. 1986. Manfaat Temuan Tulang Binatang untuk Penelitian Arkeologi dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi IV. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hlm. 491-502.

Tanurdirjo, D. A. 2005. “Sejarah Kebudayaan Indonesia dalam Prespektif Proses Global”, dalam Sumijati As dan Marsono (eds). Potret Transpormasi Budaya dalam Era Global. Yogyakarta: sub-Unit Penerbitan, Unit Pengkajian dan pengembangan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.