MEGALITIK DAN CERITA RAKYAT SUKU BAHAM DI GUA SOSOSRAWERU FAK-FAK (Megalithic and Folklore of Baham Tribe in the Sosoraweru Cave Fak-Fak)


Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Info
Submitted: 2017-05-25
Published: 2017-06-03
Section: Articles
Megalith Papua is the actual activity with medium natural stones such as stalagmites and stalagtik in a cave, a dolmen, stone sculptures and other natural stones are considered to be the reincarnation of the spirits of ancestors, as found in the cave Sosoreweru. In this study conducted in the Cave Sosoraweru Forir village in the district of Coke, Fakfak. The methods used in this study is the method of data collection includes library research, field surveys, using the approach Ethnoarchaeology. The results of the study in the form of 4 pieces shaped stone menhirs. based on these findings may reveal molar tribal folklore in the village district Forir the consortium. Folklore have utility in a common life, as a means of educators, entertainment, social protest and the projection of a pent-up desire.

ABSTRAK
Megalitik Papua merupakan kegiatan aktual dengan media batu-batu alam seperti stalagmit dan stalagtik dalam gua, dolmen, batu pahatan dan batu-batu alam lainnya yang dianggap sebagai jelmaan roh-roh nenek moyang. Penelitian ini dilakukan di Gua Sosoraweru, Kampung Forir di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data yang meliputi studi pustaka, survei lapangan, dan analisis menggunakan pendekatan etnoarkeologi. Hasil penelitian berupa empat buah batu berbentuk menhir. Berdasarkan temuan tersebut dapat mengungkapkan cerita rakyat suku Baham di Kampung Forir, Distrik Fakfak. Cerita rakyat mempunyai fungsi sebagai media pendidikan, hiburan, protes sosial dan proyeksi suatu keinginan yang terpendam.

Keywords

megalithic remains; stone sculptures; folklore; tinggalan megalitik; menhir; cerita rakyat

  1. Rini Maryone 
    , Indonesia

Abhasshare.blogspot.com (diakses tanggal 17 Juni 2014).

Endiraswara, Suwardi. 2013. Folklor Nusantara, Hakikat Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak.

Galis, K.W. 1957. “Oude fortificatie ontdekta”. New Guinea Studien III.

Hoop, A.N.J. Th. Van der, 1932. Megalithik Remains in South Sumatra. Translated by W. Shirlaw, Zuthpen. W. J. Thieme & Cie.

Lestari, Ria Fatimah Ummu. 2012. Mengungkapkan Cerita Rakyat Berdasarkan Temuan Purbakala di Pulau Ormu Kabupaten Jayapura. Jurnal Arkeologi Papua. Balai Arkeologi Jayapura.

Prasetyo, Bagyo. 2011. Budaya Pantai dan Pedalaman Masa Prasejarah di Papua dalam Austronesia dan Melanesia di Nusantara, mengungkapkan Asal-usul dan Jati diri dari temuan Arkeologis. Yogyakarta: Penerbit Ombak kerjasama dengan Balai Arkeologi Jayapura.

Soejono, R.P. 1963. ”Prehistori Irian Barat” dalam Penduduk Irian Barat. (Koentjaraningrat dan H.W.Bachtiar) Jakarta: Penerbit Universitas.

Soejono, R.P. 1981. "Tinjauan Tentang Perangkaan Prasejarah Indonesia,” dalam Aspek-aspek Arkeologi Indonesia No 5. Jakarta: Puslitarkenas.

Soejono, R.P. 1984. "Jaman Prasejarah di Indonesia,” dalam Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Soejono, R.P. 1977. Sistem-sistem Penguburan Pada Akhir Masa Prasejarah di Bali (Disertasi) Jakarta: Universitas Indonesia.

Tim Penelitian. 1996. Laporan Penelitian Arkeologi Bidang Arkeomentri di situs-situs Kokas, Kabupaten Fak-Fak Provinsi Irian Jaya. Balai Arkeologi Jayapura.

Tim Penelitian. 2012. Laporan Penelitian Arkeologi Eskavasi Situs Gua Sosoraweru Kampung Forir, Distrik Kokas Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Balai Arkeologi Jayapura.