GUA TOGECE: JEJAK HUNIAN AWAL MANUSIA DI LEMBAH BALIM PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA Togece Cave: Traces of Early Human Settlements in Balim Valley Central Mountains of Papua

Main Article Content

Erlin Novita Idje Djami

Abstract

Kawasan Lembah Balim secara geografis merupakan daerah
yang sulit dijangkau, namun di daerah tersebut diperkirakan
sudah ada komunitas manusia yang hidup menetap dengan
mengandalkan suatu bentuk sistem bercocoktanam. Adapun
komunitas yang menempati wilayah ini merupakan keturunan
dari imigran awal yang dimungkinkan telah masuk ke wilayah
Papua sejak 50 000 tahun yang lalu, walaupun belum didukung
oleh bukti-bukti arkeologis yang mendukung keberadaan imigran
tersebut. Untuk mengungkapkan tentang awal penghunian
manusia di daerah tersebut, maka dilakukan kegiatan ekskavasi
di situs Gua Togece sebagai tahap awal. Hasil penggalian di situs
ini adalah temuan sejumlah materi arkeologi berupa alat batu,
alat tulang, alat kerang, alat dari kayu, sampah tulang binatang,
sampah kerang, capit udang, tulang manusia, biji pohon, dan
arang sisa pembakaran. Temuan-temuan tersebut berada dalam
empat lapisan tanah dengan tingkat kepadatan pada setiap
lapisannya berbeda-beda, hal ini sebagai gambaran bahwa bentuk
penguhunian gua tidak terjadi terus menerus, namun bentuk
aktivitas manusianya cenderung sama. Dari hasil dating carbon
AMS terhadap sampel arang diketahui bahwa manusia sudah
menghuni gua tersebut sudah sejak 6000 tahun lalu.

Article Details

How to Cite
Djami, E. N. I. (2020). GUA TOGECE: JEJAK HUNIAN AWAL MANUSIA DI LEMBAH BALIM PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA: Togece Cave: Traces of Early Human Settlements in Balim Valley Central Mountains of Papua. Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Dan Papua Barat, 12(1), 1-20. https://doi.org/10.24832/papua.v12i1.270
Section
Articles

References

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Djami, Erlin Novita Idje. 2016. Jejak-Jejak Peradaban Manusia Di Lembah Balim Kabupaten Jayawijaya. Laporan Penelitian. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Balai Arkeologi Papua.

Djami, Erlin Novita Idje, Daud A Tanudirjo, Sonya M Kawer, Hari Suroto, dan Hotlan T Siagian. 2019. Jejak-Jejak Penghunian Awal Prasejarah Di Lembah Balim Kabupaten Jayawijaya. Laporan Penelitian Arkeologi. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Badan Penelitian Dan Pengembangan. Balai Arkeologi Papua.

Feldhamer. G. A, Drickamer. L.C, Vessey S.H, Merritt J.F. Krajewsku C.2007. Mammalogy Adaptation, Divesity, Ecology. Third Edition. The John Hopkins University Press.

Hope, G., Flannery, T., Boeardi. (1993). A preliminary report of changing quaternary mammal faunas insubalpine New Guinea. Quaternary Research, 40, 117–126.

Hugh Tyndale-Biscoe.2005. Life of Marsupials. CSIRO Publishing. Australia

Hughes, Philip, Tim Denham, and Jack Golson.2017. Kuk Swamp. In Ten Thousand Years of Cultivation at Kuk Swamp in the Highlands of Papua New Guinea, Edited by Jack Golson, Tim Denham, Philip Hughes,Pamela Swadling and John Muke. ANU Press.

Katzenberg M. Anne & Grauer Anne L. Biological Anthropology of the Human Skeleton. Wiley Blackwell.

Korth. William W.1994. The Tertiary Record of Rodents in North America. Plenum Press. New York and London.

Nurani, Indah Asikin. 2008. “Pola-pola Pemanfaatan Gua Kawasan Timur Jawa” dalamKumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi IX Kediri, 23-28 Juli 2002. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. Hlm. 95-112.

Reich, David, et als. 2011. Denisovan Admixture and the First Modern Human Dispersals into Southeast Asia and Oceania, The American Journal of Human Genetics 89, October 2011. Hlm. 516–528.

Widianto, Harry. 2010. Jejak Langkah Setelah Sangiran. Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata. Direktorat Jenderal Sejarah Dan Purbakala. Direktorat Peninggalan Purbakala. Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.