KAJIAN BENTUK, SUMBER INSPIRASI DAN MAKNA SIMBOLIS MOTIF BODY PAINTING ETNIS PADAIDO DI PAPUA Study of Form, Source of Inspiration and Symbolic Meaning of Body Painting Motif of Padaido Ethnic In Papua

Main Article Content

Ida Bagus Gede Surya Peradantha
Muhammad Ilham Mustain Murda

Abstract

Motif-motif body painting etnis Padaido yang tinggal di
Kepulauan Padaido di Papua merupakan sistem simbol yang
didasari atas kearifan lokal. Sistem simbol tersebut terdiri dari tiga
unsur yang saling berhubungan, yaitu bentuk, konteks dan nilai
filosofi yang menghasilkan satu makna simbolis. Dewasa ini,
terjadi kecenderungan kekeliruan dalam menerapkan salah satu
atau keseluruhan unsur tersebut sehingga makna simbolis menjadi
hilang. Padahal, dengan melestarikan makna simbolis dari motifmotif body painting tersebut, maka dapat menjaga keutuhan
identitas budaya lokal dari kepunahan di era global ini. Penelitian
ini bertujuan untuk mendokumentasikan bentuk, sumber inspirasi
dan makna simbolis dari motif-motif body painting etnis Padaido
ke dalam artikel ilmiah. Metode yang digunakan adalah kualitatif
dengan sifat penelitian deskriptif untuk menggambarkan data
mengenai bentuk motif, nilai dan makna yang tertuang pada body
painting etnis Padaido. Hasil penelitian ini adalah data mengenai
ragam motif body painting etnis Padaido, sumber motif, serta
makna yang terkandung di dalamanya yang dapat bermanfaat
sebagai sumber pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi
muda.

Article Details

How to Cite
Peradantha, I. B. G. S., & Murda, M. I. M. (2020). KAJIAN BENTUK, SUMBER INSPIRASI DAN MAKNA SIMBOLIS MOTIF BODY PAINTING ETNIS PADAIDO DI PAPUA: Study of Form, Source of Inspiration and Symbolic Meaning of Body Painting Motif of Padaido Ethnic In Papua. Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Dan Papua Barat, 12(1), 43-59. https://doi.org/10.24832/papua.v12i1.273
Section
Articles

References

Arifin, Karina & Philippe Delanghe. 2004. Rock Art of West Papua.Paris : UNESCO.

Danesi, Marcel. 2004. Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai

Semiotika dan Teori Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.

Djami, Erlin Novita Idje. 2011. “Seni Cadas di Wilayah Biak Timur”. Jurnal Balai

Arkeologi Papua Th. III. No.1/Juni 2011, p.65-78.

------- & Hari Suroto. "Makna Motif Lukisan Megalitik Tutari [The Meaning of Tutari

Megalitical Motif]. Jurnal Balai Arkeologi Papua. Vol. 9, No. 1 (2017) : Juni

Fiore, D. 2016. “Shelk’nam Body Paintings: Ancient and Recent Uses of an Ephemeral

Art Form in Tierra Del Fuego (Southern South America)”. Arctic & Antarctic.

International Journal of Circumpolar Studies. 10. pp. 9-59.

Flassy, Don A. L. 2007. Refleksi Seni Rupa Di Tanah Papua. Jakarta : Balai Pustaka.

----------------------. 2007. Etno Artistik Sentani : Motif Gaya Rias. Jakarta : Balai

Pustaka.

Hadi, Y. Sumandyo. 2007. Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta : Pustaka Book

Publisher.

Handoko, Cons. Tri. 2010. “Perkembangan Motif, Makna, Dan Fungsi Tato Di

Kalangan Narapidana Dan Tahanan Di Yogyakarta”. Jurnal Makara Sosial

Humaniora Vol. 14 No.2. Desember 2010. Hal. 107-116.

Karubaba, Carla T.H., Dietriech G. Bengen dan Victor P.H. Nikijuluw. 2001. “Kajian

Pemenuhan Kebutuhan Pangan Nelayanpada Musim Timur Dan Musim Barat

Kaitannyadengan Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir”. Jurnal Pesisir dan Lautan,

Vol , No. 3, Tahun 2001.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta

Jurnal Arkeologi Papua Vol. 12 Edisi No. 1 / Juni 2020 : 43-59 58

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja

Rosdakarya.

Pangesti, Rizcy Hardy. 2015. “Game Berburu Suku Dayak Meratus sebagai Pengenalan

Budaya dan Pelestarian Alam”. Jurnal Visualita, Vol VI edisi II, Februari 2015.

Rahma, Nur Fitri et al. 2015. “Paku Sayur” (Laporan Praktikum). Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.

Rumansara, Enos. 2003. “Transformasi Upacara Adat Papua:Wor Dalam Lingkaran

Hidup Orang Biak”. Jurnal Humaniora Vol. 15 No. 2 Juni 2003, Halaman 212 -

Rumbekwan, Albert. 2019. “Peristiwa-Peristiwa Perang Suku/Tradisional Di Pesisir

Utara Papua (Prosiding)”. Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Ipteks

dan Seni, Edisi V tahun 2019. Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Halaman

-131.

Sari W., Darmawati. 2013. “Keanekaragaman Moluska di Perairan Pantai Lekok

Kabupaten Pasuruan (Skripsi)”. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam

Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Schildkrout, Enid. 2001. “Body Art as Visual Language”. AnthroNotes (Museum of

National History Publications for Educators. Vol 22. No.2 Winter 2001.

Sedana, I Nyoman. 2019. “Triadic Interplay: A Model of Transforming Literature into

Wayang Theatre”. Southeast Asian Review of English (SARE), vol. 56 Issue 1

p. 11-25.

Sekarwiyati, Indah. 2000. “Pengaruh Konsentrasi Garam dan Jenis Tepung Dalam

Karakteristik Mutu Fisik bakso Ikan Layaran” (Skripsi). Program Studi Hasil

PerikananFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Istitut Pertanian Bogor.

Sobur, Alex. 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sudjana, Nana & Ibrahim. 1989. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung : Sinar

Baru

Syamsiar. 2018. “Eksplorasi Teknik Face dan Body Painting Untuk Menambah Artistik

Desain Fashion Art Wear”. Jurnal Brikolase Vol. 10 No. 1 tahun 2018. Hal. 62-

Thowok, Didik Nini. 2012. Stage Make-Up. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Motif Body Painting Padaido, I. B. G. Surya Peradantha, M. Ilham M. Murda

Uyeda, Linda Therese. 2015. “The Water Monitor Lizard Varanus salvator: Behavior,

Ecology and Human Dimensions in Banten, Indonesia” (Dissertation). University

of Washington, United States of America. P-30

Vasconselos, Paulo et al. 2009.” Growth of Purple Dye Murex (Bolinus brandaris) in

a Semi-Intensive Fish Culture Earthen Pond”. Paper presented at ECSA’45 –

Estuarine & Coastal Sciences Association in Trinity College, Dublin, Ireland.

Widianto et al. 2015. Gambar Cadas Prasejarah di Indonesia. Jakarta : Direktorat

Pelestarian Cagar Budaya.