IDENTIFIKASI ARKEOLOGI SARANA DAN PRASARANA MAHAVIHARA MUARAJAMBI SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN DI ASIA TENGGARA PADA MASA MELAYU KUNO ABAD VII-XII Identification of Archeology Mahavihara Muarajambi Facilities and Infrastructures As a Central Education In Southeast Asia In Malay Ancient Time of The VII-XII Century

Main Article Content

Asyhadi Mufsi Sadzali

Abstract

An Identification of Archeology Mahavihara Muarajambi Facilities and Infrastructures As a Central Education In Southeast Asia In Malay Ancient Time Of The VII-XII Century
By;
Asyhadi Mufsi Sadzali, Yundi Fitrah


Abstract: The development of Buddhism in Sumatra, especially in Jambi, has been going on since at least the 7th century, as evidenced by archaeological remains in the form of the distribution of temple structures in an area of ??3,900 hectares. Reconstruction efforts have been carried out since 1975, until now, but the interpretation of the functions of the buildings in the MuaraJambi temple area has not been studied much, so it is always associated with religious worship buildings. These assumptions will be expressed through two research questions; 1. What were the kinds of archaeological data supporting the MuaraJambi temple as an educational centre 2. How were the educational support facilities found in the Muarajambi Temple in the 7th-12th century AD. Disclosure of research questions using archaeological methods, through systematic stages including; collecting data, processing data in the form of identification and classification, and interpreting data. In the final section, it would discuss the function of each temple building and other supporting structures, namely as a means of educational infrastructure in Southeast Asia1in VII-XII AD century.
Keywords: Mahavihara, Temple, Muarajambi


IDENTIFIKASI ARKEOLOGI SARANA DAN PRASARANA MAHAVIHARA MUARAJAMBI SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN DI ASIA TENGGARA PADA MASA MELAYU KUNO ABAD VII-XII


Oleh;


 Asyhadi Mufsi Sadzali, Yundi Fitrah


abstrak: perkembangan ajaran Buddha di Sumatera, khususnya di Jambi telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-7, dibuktikan dengan tinggalan arkeologi berupa sebaran struktur candi di kawasan Percandian Muarajambi seluas 3.900 Ha. Upaya rekonstruksi telah dilakukan sejak tahun 1975, namun interpretasi fungsi bangunan belum banyak diteliti, sehingga hanya dikaitkan dengan bangunan peribadatan agama Buddha. Akantetapi perkembangan data penelitian menunjukkan hal berbeda, ada kemungkinan fungsi lain, yakni sebagai pusat pendidikan. Asumsi tersebut diungkapkan melalui dua pertanyaan penelitian; Apa saja ragam data arkeologi pendukung percandian Muarajambi sebagai pusat pendidikan? Bagaimana sarana-prasarana pendukung pendidikan di Percandian Muarajambi pada abad ke-7 -12 M? Untuk menjawab pertanyaan penelitian digunakan metode arkeologi, melalui tahapan sistimatis meliputi; pengumpulan data, pengolahan data dalam betuk identifikasi dan  klasifikasi, serta interpretasi data. Pada bagian ahir diambil kesimpulan terkait fungsi masing-masing bangunan candi serta struktur pendukung lain sebagai sarana prasarana pendidikan di Asia Tenggara pada abad ke-7 – 12 M.


Kata kunci: Mahavihara, Candi, Muarajambi

Article Details

Section
Articles

References

Balai Pelestaraian Cagar Budaya Jambi. 2015. Laporan Pemugaran Bangunan I Candi Gumpung II, Kawasan Cagar Budaya Muarajambi. Jambi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. 2017. Laporan Pemugaran Candi Gumpung II Tahap III. Jambi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. 2018. Laporan Pemugaran Candi Gumpung II Tahap IV. Jambi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Codes, George. 2014. Kedatuan Sriwijaya. Depok: Komunitas Bambu. Hlm. 23, 121.

Codes, George. 2017. Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Hlm. 48

Deetz, James. 1967. Invitation To Archaeology. New York: Natural History Press. Hlm. 8.

Deswani, R. 2006. Buddhist Monasteries and Monastic Life in Ancient India. Delhi: Rajkamal Electric Press. Hlm. 23-24.

Direktorat Perlindungan Dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala. 1984. Laporan Studi Teknis Gugusan Candi-Candi Muara Jambi; Candi Gumpung-Candi Tinggi 13-22 Oktober 1984. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Marsden, William. 2016. Sejarah Sumatera. Yogyakarta: Penerbit Indoliterasi. Hlm. 29.

Musawira, A. 2019. Tinjauan Keagamaan Terhadap Struktur Keruangan Komplek Candi Gumpung II Muarajambi. Skripsi Program Studi Arkeologi Universitas Jambi. Hlm.94.

Mookerji, R.K. 1960. Ancient Indian Education (Brahmatical and Budhist). Motilal Banarsidass. Delhi: Variasi.Patna. Hlm. 442.

Purwanti, Retno. 2010. Laporan Penelitian Fungsi Halaman Candi Kedaton Situs Muarajambi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

Purwanti, Retno. 2011. Laporan Penelitian Arkeologi Fungsi Halaman Candi Kedaton Situs Muarajambi, Tahap II Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi. Palembang: Balai Arkeologi Palembang

Purwanti, Retno. 2012. Laporan Penelitian Arkelogi Fungsi Halaman Candi Kedaton Situs Muarajambi Tahap III Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi. Palembang; Balai Arkeologi Palembang. Hlm. 43-44.

Purwanti, Retno. 2014. Laporan Penelitian Arkeologi Permukiman Candi Kedaton Situs Muarajambi Tahap II, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Palembang: Balai Arkeologi Palembang. Hlm. 32.

Purwanti, Retno. 2019. Laporan penelitian Arkeologi Struktur Bata Menapo Ujung Tanjung II Percandian Muarajambi. Palembang: Balai Arkeologi Sumatera Selatan.

Sadakata, Akira. 1997. Budhist Cosmology; Philosophy and Origin. Tokyo: Kosei Publishing. C.O. Hlm. 25-26.

Suharno, Ignatius. 1995. Laporan Ekskavasi Menapo Candi Tinggi Situs Muara Jambi Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Jambi: Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

SPSP Jambi. 1994/1995. Laporan Studi Pra-Pemugaran Komplek Kembar Batu Tahap IV Tahun Angaran 1994/1995. Jambi: SPSP Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

SPSP Jambi. 1994. Laporan Temuan Lempengan Emas Dari Candi Kembar Batu, Percandian Muara Jambi, Propinsi Jambi. Jambi: SPSP Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

SPSP Jambi. 2000. Laporan Ekskavai Pagar Keliling, Gapura, dan Perwara di Candi Gedong II Situs Muarajambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muara Jambi, Propinsi Jambi. Jambi: SPSP Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Herrystiadi, Anton. 1992. Ekskavasi Penyelamatan Komplek Candi Gumpung Muara Jambi. Jambi: Suaka Peninggalan Sejarah dan purbakala Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Guillot, Claude. 2008. Barus Seribu Tahun Yang Lalu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Hlm.35.

Utomo, Bambang Budi. 1984. Laporan Penelitian Arkeologi Muara Jambi 1984. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Utomo, Bambang Budi. 2011. Kebudayaan Zaman Klasik Indonesia di Batanghari. Jambi: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi Jambi. Hlm. 39

Utomo, Bambang Budi. 2016. Pengaruh Kebudayaan India Dalam Bentuk Arca di Sumatera. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Hlm. 35

Tansen, Sen. 2014. Budhism Across Asia: Network of Material, Intelectual and Cultural Excahange Volume 1. Singapore: Institute Of Southeast Asia Studie. Hlm. 51.

Takakusu. 1896. Kiriman Catatan Praktik Buddhadharma Dari Lautan Selatan. Terjemahan dari A Record of the Buddhist Religion as Practised in India and the Malay Archipelago. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hlm. 38.

Widiatmoko, Agus. 2015. Situs Muarajambi Sebagai Mahavihara Abad Ke-7 – 12 Masehi. Disertasi Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Depok: Universitas Indonesia. Hlm.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya Dan Perniagaan Dunia Abad III-Abad VII. Depok: Komunitas Bambu. Hlm. 199.

https://whc.unesco.org/en/tentativelists/5465. Diunduh pukul 15.00 WIB pada tanggal 14 Agutus 2020.