SITUS-SITUS BERSEJARAH DI KECAMATAN SAROLANGUN

Main Article Content

Nainunis Aulia Izza
Ari Mukti Wardoyo
Nugrahadi Mahanani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas situs-situs dari masa Klasik, Islam, dan Kolonial yang ada di Kecamatan Sarolangun. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Kecamatan Sarolangun sebagai tempat berlangsungnya aktivitas manusia sejak masa Klasik yang terus berlanjut masa Islam-Kolonial hingga sekarang menjadi ibukota Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, situs-situs klasik di Kecamatan Sarolangun dimanfaatkan kembali sebagai situs sakral (langgar dan makam) pada masa Islam. Pada masa kolonial Belanda, Kecamatan Sarolangun adalah wilayah yang dianggap strategis. Posisi strategis ini ditandai dengan pembangunan berbagai sarana dan prasarana untuk kepentingan kolonial.


 

Article Details

How to Cite
Izza, N. A. ., Wardoyo, A. M., & Mahanani, N. . (2021). SITUS-SITUS BERSEJARAH DI KECAMATAN SAROLANGUN. Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Dan Papua Barat, 13(1), 49-69. https://doi.org/10.24832/papua.v13i1.286
Section
Articles

References

Asnan, G. (2002). Transportation on the West Coast of Sumatra on the Nineteenth Century. In Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (On The Roa, pp. 727–741). Leiden.

Atwood, R. (2014). Under Mexico City. Archaeology, 67(4), 26–33.

Bronson, B. (1977). Exchange at the Upstream and Downstream Ends: Notes towards a Functional Model of the Coastal State in Souteast Asia. In K. L. Huterrer (Ed.), Economic Exchage and Social Interaction in Southeast Asia: Perspective from Prehistory, History and Ethnography (pp. 39–52). Michigan: University of Michigan.

Chandrashekhar, V. (2017). The Lion City’s Glorious Part. Archaeology, 70(6), 61–63.

Coedès, G., Damais, L.-C., Kulke, H., & Manguin, P. (2014). Kedatuan Sriwijaya. Depok: Komunitas Bambu.

Farida, I., Rochmiatun, E., & Kalsum, N. U. (2019). Peran Sungai Musi dalam Perkembangan Peradaban Islam di Palembang: Dari Masa Kesultanan Sampai Hindia-Belanda. Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 3(1), 50–57.

Melisah. (2016). Laporan Registrasi Kepurbakalaan Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Jambi.

Munandar, A. A. (1999). Berbagai Bentuk Ragam Hias pada Bangunan Hindu-Buda dan Awal Masuknya Islam di Jawa. Wacana, 1(1), 49–69.

Orser Jr., C. E. (2010). Twenty-First-Century Historical Archeology. Journal of Archaeological Research, 18(2), 111–150.

Rosyid, M. (2019). Menara Masjid Al-Aqsha Kudus: Antara Situs Hindu atau Islam. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 8(1), 15–27.

Ruly, F. M. (2016). Beberapa Hasil Awal Penelitian Arkeologi di Kawasan Kars Bukit Bulan, Sarolangun. Siddhayatra, 21(1), 1–12.

Sedyawati, E., Santiko, H., Djafar, H., Maulana, R., Ramelan, W. D. S., Wurjantoro, E., & Utomo, B. B. (2014). Candi Indonesia II: Seri Sumatera, Bali, Kalimantan, Sumbawa. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Serrato-Combe, A. (2003). The Aztec Templo Mayor-A Visualization. Journal of Architectural Computing, 3(1), 313–332.

Sujiyati, M., & Ali, N. H. (2015). Pembangunan Kota Palembang dengan Konsep Tata Ruang Kota Hijau pada Masa Hindua-Belanda. Tamaddun, XV(1), 1–33.

Sukandar, I. (2014). Selayang Pandang Kota Jambi: Perkembangan mAsyarakat dan Kebudayaannya. Jambi.

Suratminto, L. (2008). Makna Sosio-Historis Batu Nisan VOC di Batavia. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Syuhada, S., Supian, & Seprina, R. (2017). Sejarah Kota Modern Masa Kolonial Belanda: Studi Kasus Kota Tua di Muaro Tembesi Batang Hari. Jurnal Titian, 1(1), 172–190.

Tideman, J. (1938). Djambi. Amsterdam: Bruk de Bussy.

Utomo, B. B. (2016). Pengaruh Kebudayaan India dalam Bentuk Arca di Sumatra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Yusuf, A. M. (2008). Presiden RI ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita, Buku XI. Jakarta: Antara Pustaka Utama.

Zed, M. (2009). Kota Padang Tempoe Doeloe Zaman Kolonial. Padang: Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi, Fakultas Ilmu-ilmu Sosial.