TIFA DI TANAH PAPUA DALAM PERSPEKTIF ETNOMUSIKOLOGI

Main Article Content

I Wayan Rai S

Abstract

Tifa adalah salah satu jenis alat musik tradisi di Tanah Papua. Sampai saat ini studi tentang Tifa masih sangat terbatas, walaupun ada beberapa artikel tentang alat musik ini, namun tulisan-tulisan tersebut masih sangat ringkas dan tidak lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang musik Tifa di Tanah Papua. Tifa dipandang sebagai instrumen musik penting bagi masyarakat Papua yang telah diwarisi sejak masa yang lampau. Selain itu juga untuk mengetahui konteks sosial-budaya tifa itu pada masyarakat pendukungnya di Tanah Papua. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah musik Tifa itu sendiri, para informan terpilih antara lain kepala suku, para pemain, dan budayawan daerah setempat. Seluruh data yang telah dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara, dan rekaman, dianalisis dengan menggunakan teori musik dan teori fungsional struktural. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Tifa adalah instrumen musik tradisi di Tanah Papua yang terbuat dari kayu dengan membrane dari kulit binatang dan tergolong single-headed frame drum. Asal usul Tifa terkait erat dengan foklor. Badan Tifa dihiasi dengan motif-motif tertentu sesuai kepercayaan masyarakat pendukungnya Alat musik ini dimainkan oleh seorang pemain dengan jalan memukul bagian membrane nya dengan basis empat pola ritme. (2) Dalam konteks sosisal budaya, tifa memiliki fungsi sebagai atribut kebesaran Ondoafi (kepala suku), sebagai sarana komunikasi, sarana penghubung kepada Tuhan, leluhur, serta kekuatan alam lainnya. Sebagai hasil kebudayaan ekspresif, alat musik ini dipergunakan sebagai pengiring nyanyian wor dan pengiring tari. Masyarakat Papua memaknai tifa sebagai karya budaya yang dijadikan simbol jati diri, pemberi identitas, dan sarana penguat ikatan relasi sosial.

Article Details

Section
Articles

References

DAFTAR PUSTAKA

Althen, Gary (ed.). 1993. Learning Across Cultures. Iowa City: NAFSA.

Banundi, Roberto dan Bernard Banundi. 2014. Asal Usul, Silsilah Keturunan dan Struktur Kelembagaan Adat Suku Moi-Munggei yang Mendiami Lembah Depau (Kampung Maribu). Jayapura: ARIKA Offset.

Crossly-Holand, Peter. 1982. Musical Instruments in Tibetan: Legend and Foklore. Los Angeles, California: Program in Ethnomusicology, Dept. Of Music, UCLA.

Danandjaja, James. 1986. Foklor Indonesia: ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain (2nd ed.). Jakarta: Pustaka Grafitipers.

Dharmojo. Sistem Simbol Dalam Manuba Waropen Papua. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Ebin, Victoria. 1979. The Body Decorated. London: Blacker Calmann Cooper Ltd.

Feld, Steven. 1990. Sound and Sentimen: Birds, Weeping, Poetics, and Song in Kaluli Expression

(2nd). Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Griapon. Alexander Leonard, dkk. 2010. Cerita Rakyat Papua dari Jayapura. Jayapura: Penerbit Arika dan Pemkab Jayapura.

Griapon, Alexander Leonard, dkk. 2012. Cerita Rakyat Papua dari Jayapura: Untuk Generasi yang Sedang Terhempas Dalam Goncangan Peradaban. Jayapura: Penerbit Arika dan Pemkab Jayapura.

Hall, Edward T., and Mildred Reed Hall. 1990. Understanding Cultural Differences. Boston: Intercultural Press.

Hood, Mantle. 1982. The Ethnomusicologist. Ohio: Kent State University Press.

Jones, Stephen. Folk Music of China: Living Instrumental Traditions. New York: Oxford University Press.

Kunst, Jaap. 1968. Hindu-Javanese Musical Instruments. The Hague: Martinus Nijhoff.

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya (2nd). Yogyakarta: LkiS.

Merriam, Allan P. 1964. The Anthropology of Music. Chicago: Northwestern University.

Midgley, Ruth (Managing editor). 1976. Musical Instruments of the World. New York: Facts on File, Inc.

Pekei, Titus. 2013. Cermin Noken Papua: Perspektif Kearifan Mata Budaya Papuani. Kalibobo, Nabire, Papua: Ecology Papua Institute.

Rai S., I Wayan, at.al. 2019. “Tifa From the Land of Papua: Text and Context”. The Asian International Journal of Life Sciences, Vol 28 (2), July-December 2019.

Spradley, James P. 1980. Participant Observation. Orlando: Holt, Rinehart and Winston, Inc.

Spradley, James P. 1979. The Ethnographic Interview. Orlando: Holt, Rinehart and Winston, Inc.

Silak, Ismael Roby. 2011. Konflik Perang dan Perdamaian Orang Yali di Angguruk. Makassar: Pustaka Refleksi.

Sumiarni, Endang, dkk. 2010. Hukum Adat dan Kearifan Lokal Suku Sentani. Jayapura: Biro Hukum Setda Papua.

Vansina, Jan. 2014. Tradisi Lisan Sebagai Sejarah (Penerjemah Astrid Reza, dkk). Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Warsito, Tulus, dan Wahyuni Kartikasari. 2007. Diplomasi Kebudayaan, Konsep dan Relevansi Bagi Negara Berkembang: Studi Kasus Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Woodson, Craig DeVere. 1986. The Atumpan Drum in Asante: A Study of Their Art and Technology. Ann Arbor, Michigan: University Microfilms International.