RUMAH TRADISIONAL TENGGER dan STRUKTUR KOMUNITAS TENGGER: ANALISIS STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS

Main Article Content

Putri Novita Taniardi

Abstract

Tulisan ini merupakan pengembangan dari hasil penelitian Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta di wilayah Tengger. Selama ini, penelitian di wilayah Tengger memfokuskan pada aspek permukiman dan latar belakang kepercayaan Orang Tengger. Tulisan ini mencoba mengungkap aspek lain dari komunitas Tengger yang dapat diketahui dari rumah tradisionalnya. Melalui tulisan ini, dapat diketahui struktur komunitas Tengger yang ditunjukkan pada arsitektur rumah tradisional Tengger. Untuk menguraikan struktur komunitas Tengger melalui struktur rumah tradisionalnya, penulis menggunakan metode analisis strukturalisme Levi-Strauss melalui sudut pandang Heddy Shri Ahimsa-Putra. Penulis menguraikan terlebih dulu struktur rumah tradisional Tengger kemudian dianalogikan dengan struktur sosialnya. Dari analisis ini kemudian diketahui bahwa struktur komunitas Tengger dapat dilihat secara vertikal dan horisontal. Komunitas Tengger juga mengenal konsep “antara”, yaitu penengah di antara dua aspek, baik secara sakral maupun profan. Rumah tradisional Tengger menyimpan informasi yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Proses pendirian rumah tradisional ini melalui serangkain ritual dengan makna-makna tertentu. Bagian dari rumah tradisional pun menyimbolkan aspek-aspek sakral yang merepresentasikan struktur komunitas Tengger. Simbol ini tidak dapat dibaca secara langsung, tetapi harus dianalisis terlebih dahulu dengan metode analisis strukturalisme. Hal ini dikarenakan pengetahuan komunitas Tengger akan simbol-simbol tersebut sebatas apa yang dapat dilihat langsung. Penulis kemudian mencoba untuk mengungkapkan makna simbol tersebut yang bersifat “nirsadar” melalui tulisan ini.


 

Article Details

Section
Articles

References

DAFTAR PUSTAKA

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2006. Strukturalisme Lévi-Strauss, Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel Press

Geertz, Clifford. 1983. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta : Pustaka Jaya

Hefner, Robert W. 1989. Hindu Javaneese, Tengger Tradition and Islam. UK: Princenton University Press

J. Nicholas Warouw, dkk. 2012. Inventarisasi Komunitas Adat Tengger Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Yogyakarta: Balai Penelitian Nilai Budaya Yogyakarta

Lelono, T,M Hari dan Taniardi, P.N. 2019. Mengenal Permukiman dan Rumah Tengger Berdasarkan Sistem Kepercayaan. Yogyakarta: Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta

Sukari. 2009. Karakteristik Homestay di Daerah Tujuan Wisata Gunung Bromo Tengger dalam Patrawidya vol. 10 No. 2 Juni 2009. Yogyakarta : Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Sukari. 2007. Upacara Adat di Lingkungan Masyarakat Tengger dalam Patrawidya vol. 8 No. 4 Desember 2007. Yogyakarta : Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Sumarno.2006. Apresiasi Nilai Budaya dari Cerita Rakyat yang Hidup di Kalangan Masyarakat Tengger dalam Patrawidya vol. 7 No. 1 Maret 2006. . Yogyakarta : Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional

Tim Peneliti BPSNT Yogyakarta. 2004. Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Tengger, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur. Yogyakarta : Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional

Wibowo, HJ. 2003. Status dan Peranan Sosial Dukun dalam Masyarakat Tengger dalam Patrawidya vol. 4 No.1 Maret 2003. . Yogyakarta : Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Subiyantoro, Slamet. 2010. Transformasi Loro Blonyo-Rumah Joglo dalam Analisis Struktural dalam Jurnal Humaniora No. 3 Oktober 2010 volume 22. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya.

Tim Penelitian. 2012. Bentuk Permukiman, Rumah dan Latar Kepercayaan Suku Tengger di Jawa Timur. Yogyakarta, Indonesia: Balai Arkeologi Yogyakarta.

Taniardi, P. N. 2013. Tradisi Megalitik Pada Ritual Kekerik Di Kalangan Masyarakat Tengger. Berkala Arkeologi, 33(2), 185-200.

Taniardi, P.N 2012. Makna Situs Cagar Budaya Sokoliman Bagi Masyarakat. Jurnal Papua Vol.12. No.I th 2012, 83-99

¬