BUDAYA TATO di PEGUNUNGAN PAPUA

Main Article Content

Rini Maryone

Abstract

Menurut para peneliti-peneliti terdahulu dalam tulisan-tulisan mereka bahwa budaya tradisional tato di Papua hanya menyentuh pada budaya pesisir saja, yang merupakan budaya Austronesia. Berdasarkan  hal tersebut tidak terbukti,  sebab budaya tato ini  juga dikenal oleh suku Momuna yang berada di daerah Pegunungan Tengah Papua. Dalam mengunggkapkan budaya tato pada suku Momuna menggunakan metode pendekatan etnoarkeologi yang dilakukan dengan dua tahap yaitu pengumpulan data dan pengolahan data. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu: survey, wawancara dan melakukan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini dapat mengetahui cara pembuatan tato, alat yang digunakan, dan mengetahui fungsi dan makna tato dalam kehidupan suku Mumuna.

Article Details

Section
Articles

References

DAFTAR PUSTAKA

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Yahukimo. Peta Kabupaten Yahukimo

Bellwood, 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Jakarta. PT Gramedia Pustaka

Bujang, Anis 1963 Orang Biak-Numfor dalam penduduk Irian Barat (Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar eds). Jakarta: PT Penerbitan Universitas. Hlm. 113-135.

Djelantik, A. A. M. 2008. Estetika Sebuah Pengantar. Jakarta : MSPL

Flasssy, Don A.L. 2007. Etno Artistik Sentani Motif Gaya Rias. Jakarta Balai Pustaka.

Hapsari, Windy. 2016. Iwin (Tato) Orang Hatam di Kabupaten Manokwari. Jurnal Inana Budaya. Volume 23, Nomor 1, Maret hlm. 149 - 162.

Hidayat, Medhy Aginta. 2002. Tubuh Bertato : Makna Tato Dalam Konstruksi Identitas Mahasiswa Bertato di Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online.

Ngadimin, Stefanus. 1994. “ Sistem Kepemimpin Tradisional Suku Baliem Sebagai Penunjang Pembagunan Daerah Jayawijaya” dalam Kebudayaan Jayawijaya dalam Pembangunan Bangsa (Astrid S. Susanto-Sunario ed). Jakarta : Balai Pustaka Sinar Harapan. Hlm 70-76.

Marianto, Dwi dan Syamsul Barry. 2000. Tato. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Maryone, Rini. 2014. Penelitian Eksplorasi Arkeologi dan Etnoarkeologi di Kabupaten Yahukimo. Laporan Penelitian. Balai Arkeologi Papua.

Maryone, Rini, 2015. Rumah Pohon Suku Momuna Yahukimo, Papua Jurnal Arkeologi. Vol 7 Edisi No. 2 November. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Arkeologi Papua.

Moeliano, A.M. 1963. “Ragam Bahasa di Irian Barat” dalam Penduduk Irian Barat. (Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar eds.), Jakarta PT Penerbitan Universitas Hlm 28-37.

Mulyana, Deddy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Olong, Hatib Abdul Kadir. 2006. Tato, Yogyakarta : LKis.

Setiawan, Fajaraditya Anom I Nyoman. 2018. Tato Rangda pada Orang Bali dalam Jurnal Studi Kultural Volume III No. 1 Januari. Bali. Kajian Motivasi.

Sujatni, 1963. Orang Waropen dalam Penduduk Irian Barat (Koentjaraningrat dan Harja W. Bachtiar eds.). Jakarta PT. Penerbitan Universitas. Hlm. 136-158.

Sukendar, Utomo Markus, 2015. Tato dan Media Sosial (Studi Tentang Magicink dan Kampanye Penggemar Tato di Media Sosial) dalam Jurnal Saintech Volume 2 Nomor 4 edisi Desember Poloteknik Indonesia Surakarta.

Suroto, Hari. 2009. Budaya Austronesia di Papua. Papua Jurnal Arkeologi. Vol 1 Edisi N0 2 November. Balai Arkeologi Papua.

Sumbo, Tinarbuko. 2009. Semiotika Komunikasi Visual, , Yogyakarta: Jalasutra.

Yektiningtyas-Modouw, Wigati. 2008. Helaehili dan Ehabla. Fungsinya dan Peran Perempuan dalam Masyarakat Sentani Papua. Yogyakarta: Adicitra Karya Nusa.

Wanane, Teddy dan Tien Kambu. 2007. Ragam Rias Orang Mey Brat Jazirah Kepala Burung Tanah Papua (Don A.L Flassy (ed.). Jakarta: Balai Pustaka. Hlm. 64-71.

Wibowo, Bayu Ari. 2015. Lingga-Yani dan masyarakat Jawa-Hindu di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Studi Etnoarkeologi. Skripsi. Denpasar: UNUD.