SISTEM PENGUBURAN PADA SITUS WARLOKA, MANGGARAI BARAT, FLORES (Burial System on Warloka Site, West Manggarai, Flores)

Main Article Content

Adyanti Putri Ariadi

Abstract

Research on Site Warloka Flores generate new unique findings, namely the three remaining skeleton in one box archaeological excavation. The findings are interesting, the children have a stock order the tomb as well as the amount is higher than the burial gift adults. Related to these findings, this article will discuss the background of burial and the factors that cause the variation stock tomb Warloka site. The study aims to describe how burial and aspects and their underlying factors that cause the variation stock tomb. Based on the method of excavation was found that the system Warloka burial site indicate the presence of life has settled and the complex structure of society, as well as the pattern keletakan regular stock tomb, indicating the presence of the people who have a regular structure. While the diversity of burial and grave type of provision due to religious factors, social status, and cultural environments.

ABSTRAK
Penelitian pada Situs Warloka, Flores ini menghasilkan temuan baru yang unik, yaitu tiga sisa rangka manusia dalam satu kotak galian arkeologis. Temuan yang menarik, yakni rangka anak memiliki bekal kubur yang jumlah serta nilainya lebih tinggi daripada bekal kubur orang dewasa. Terkait dengan temuan tersebut, artikel ini akan membahas masalah latar belakang cara penguburan dan faktor yang menyebabkan variasi bekal kubur di situs Warloka. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan cara penguburan dan aspek-aspek yang melatarbelakanginya beserta factor-faktor yang menyebabkan variasi bekal kubur. Berdasarkan metode ekskavasi ditemukan bahwa sistem penguburan di Situs Warloka menunjukkan telah adanya kehidupan menetap dan struktur masyarakat yang kompleks, begitu juga dengan pola keletakan bekal kubur yang teratur, menunjukkan adanya struktur masyarakat yang sudah teratur. Sementara keragaman cara penguburan dan jenis bekal kubur disebabkan oleh faktor religi, status sosial, dan lingkungan budaya.

Article Details

Section
Articles

References

Ardi Yani, Indah Wulansari. 2005. “Sistem Penguburan Manusia Pendukung Budaya Gua di Jawa”. (Skripsi Sarjana). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Atmosudiro, Sumijati. 1992-1993. “Komunitas Situs Liang Bua, Flores Barat (Tinjauan Atas Dasar Data Kubur)” (Laporan Penelitian). Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Azis, R., Budi Santosa, dan Rokhus Due Awe. 1984. “Laporan Survei di Flores dan Nusa Tenggara Timur”, Dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 29. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Aziz, Fadhila Arifin. 1986. “Hubungan Variabel Kubur di Situs Gilimanuk : Suatu Analisis Fungsional”, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi IV. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Hlm. 56-78.

--------------------------. 1988. “Kubur Sebagai Salah Satu Bentuk Realisasi Struktur

Sosial : Studi Kasus Situs Plawangan”, dalam Diskusi Ilmiah Arkeologi VI di Jakarta, 11-12Februari 1988, KK.4. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komisariat Daerah Jakarta dan Jawa Barat.

--------------------------. 1990. “Analisis Kubur Situs Plawangan”. Dalam Analisis Hasil

Penelitian Arkeologi I di Plawangan, 26-31 Desember 1987 : Religi dalam Kaitannya dengan Kematian Jilid 1. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Hlm. 157-177.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Binford, Lewis R. 1970. Mortuary Practices: Their Study and Their Potential. Mexico: Department of Anthropology University of New Mexico.

Harkantiningsih, M. Th. Naniek. dkk. 1984. “Laporan Penelitian Arkeologi Warloka, Kabupaten Mangarai, Flores”, dalam Berita Penelitian Arkeologi No.30. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Harkantiningsih, M. Th. Naniek. 1990. “Jenis dan Peletakan Bekal Kubur di Situs Semawang dan Selayar: Pola Kubur dari Abad ke 14-19”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi I di Plawangan, 26-31 Desember 1987 : Religi dalam Kaitannya dengan Kematian Jilid II. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Hlm. 222-230.

Jeannie I. K, R.A.M.O.1994. StrategiAdaptasiPendukung Situs Warloka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (Tinjauan Berdasarkan Persebaran Artefak Paleolitik. Skripsi Sarjana. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Kusumawati, Ayu dan Made Suastika. 1990. “Kajian Data Tentang Kubur Hasil Ekskavasi di Bali”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi I di Plawangan, 26-31 Desember 1987 : Religi dalam Kaitannya dengan Kematian Jilid 1. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Hlm. 44-56.

O’shea, John M. 1984. Mortuary Variability: An Archaeological Investigation. Florida: Academic Press Inc.

Perry, W. J. 1914. "The Orientation of the Dead in Indonesia”, dalam The Journal of the Royal Anthropoloical Institute of Great Britain and Ireland Vol. 44 (July-December 1914). (http://www.jstor.org/stable/2843355. Diakses tanggal 5 April 2011).

Perry, W. J.. 1915. "Myths of Origin and the Home of the Dead in Indonesia”, dalam Folklore Vol. 26 No. 2 (June 30, 1915). (http://www.jstor.org/stable/1255035. Diakses tanggal 5 April 2011).

Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia I, Cet. VIII. Jakarta: Balai Pustaka.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Cetakan Kedua. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata.

Ridho, Abu. 1984. "Preliminary Report On The Trade Ceramics Found In Warloka, West Flores”. dalam Studies On Ceramics. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Hlm. 49-59.

Simanjuntak, Harry Truman dan Indah Nurani Asikin. 2004. "Early Holocene Human Settlement In Eastern Java”, dalam Indo-Pacific Prehistoric Association Buletin 24, 2004 (Taipei Papers, Vol.2), Hlm. 13-19.

Soejono, R.P. 1969. "On Prehistoric Burial Methods In Indonesia”. Bulletin of the Archaeological Institute of the Republic of Indonesia No.7. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Soejono, R.P. 1977. "Sistem-Sistem Penguburan pada Akhir Prasejarah di Bali”. (Desertasi). Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Spriggs, Matthew. 2010. Budaya Lapita dan Prasejarah Austronesia di Oseania. (http://wacananusantara.org/budaya-lapita-dan-prasejarah-austronesiadi-oseania/. Diakses tanggal 10 Desember 2011).

Tanudirjo, Daud Aris. 1988/1989. "Ragam Metode Penelitian Arkeologi dalam Skripsi Karya Mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada” ( Laporan Penelitian). Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Wayong, P. 1977/1978. "Geografi Budaya Daerah Nusa Tenggara Timur”. Jakarta: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Widianto, Harry. dkk. 1990. "Sistem Penguburan Masyarakat Megalitik: Kajian Atas Data Hasil Ekskavasi Kubur Kalang di Bojonegoro dan Tuban”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi I di Plawangan, 26-31 Desember 1987: Religi dalam Kaitannya dengan Kematian Jilid 1. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Hlm. 15-43.