AMBELO (BACTRONOPHORUS THORACITES): PANGAN LOKAL TRADISIONAL ORANG KAMORO DI KAMPUNG HIRIPAU


Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Info
Submitted: 2017-05-29
Published: 2017-06-03
Section: Articles
Kamoro ethnics are civilized society swampys area, coastal and riverine, utilizing natural products to find sources of food and other necessities. All of these capabilities is a form of adaptation and interaction with nature, and generate local knowledge passed down by their predecessors. One of the traditional local knowledge is tambelo, traditional local food source. This paper aims to find out about tambelo and benefits in the lives of Kamoro ethnics in Hiripau village. Tambelo animal mollusk is a kind of worm called latin Bactronophorus thoracites , which live on decaying wood of mangrove trees. This animal has a high nutritive substances and sources of animal protein. Tambelo very useful for Kamoro ethnic in the village Hiripau in aspects of health, social, cultural and economic.

Abstrak
Orang Kamoro merupakan masyarakat berbudaya rawa, daerah pantai dan muara sungai, yang memanfaatkan hasil alam untuk mencari sumber pangan dan kebutuhan lainnya. Semua kemampuan tersebut merupakan bentuk adaptasi dan interaksi dengan alam, dan menghasilkan pengetahuan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu mereka. Salah satu pengetahuan lokal tradisional tersebut adalah tambelo, sumber pangan lokal tradisional. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang tambelo dan manfaatnya dalam kehidupan orang Kamoro di Kampung Hiripau. Tambelo adalah hewan molusca sejenis cacing kapal bernama latin Bactronophorus thoracites, yang hidup pada kayu pohon bakau yang membusuk. Hewan ini memiliki kandungan zat bergizi tinggi dan sumber protein hewani. Tambelo sangat bermanfaat bagi orang Kamoro di Kampung Hiripau dalam aspek kesehatan, sosial budaya dan ekonomi.

Keywords

Kamoro ethnics; local knowledge; traditional local food; tambelo; orang Kamoro; pengetahuan lokal; pangan lokal tradisional

  1. Windy Hapsari 
    BPNB Jayapura , Indonesia

Adimiharja, Kusnaka. 2003. Sistem Pengetahuan dan Teknologi Lokal Dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: PT. Humaniora

Goo, A. Andreas. 2012. Kamus Antropologi. Mekeewepa: Lembaga Studi Meelogi. Kaplan, David dan Albert Manners. 1999. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lekitoo, Hanroo Yonathan. 2012. PotretManusia Pohon. Jakarta: PT. Balai Pustaka.

Mansoben, Johszua Roberth. 1995. Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya. Jakarta: LIPI-RUL.

Muller, Kal. 2011. Pesisir Selatan Papua. DW Books-LPMAK

Sutarga, Amir. 1963. Orang Mimika. Dalam Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar (eds). PendudukIrian Barat. Jakarta: Penerbit Universitas.

Solihin, Lukman. 2013. Mereka Yang Memilih Tinggal:Telaah Strategi Adaptasi Mahasiswa Perantau Bugis-Makassar Di Melbourne, Australia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 19 (2).

Spradley, James T. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana